Aktor Intelektual Begal Diamankan Kepolisian

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto.

SAPA (TIMIKA) – Aktor intelektual pelaku begal yang cukup meresahkan warga Mimika, akhirnya berhasil diamankan pihak kepolisian Polres Mimika Sabtu (9/6). Pelaku terpaksa di lumpuhkan karena saat penangkapan berusaha kabur.

“Pelaku merupakan buruan yang paling dicari Polres Mimika. Pelaku merupakan otak atau aktor intelektual dalam melakukan aksi curanmor dan curas atau begal,” kata Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto kepada wartawan di Polres Mimika Senin (11/6).

Menurutnya, pelaku yang berinisial KK alias KM ini ditangkap di kawasan kampung Ile Ale SP 3 Distrik Kwamki Narama. Pelaku begal tersebut sudah melakukan aksinya di 44 tempat kejadian. Sebanyak 34 unit sepeda motor, 10 handphone dan barang bawaan milik warga diamankan petugas dari tangan pelaku.

“Pelaku sudah banyak melakukan aksinya, ada 44 tempat kejadian dengan sejumlah barang bukti roda dua maupun handphone milik warga,” ujarnya.

Kapolres menjelaskan, penangkapan pelaku buron yang paling dicari ini, berawal dari informasi yang diperoleh kepolisian dari masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut, petugas kepolisian melakukan penangkapan. Saat dilakukan penangkapan, pelaku berusaha melarikan diri, dan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas yang bersarang dikakinya.

Kepada pelaku, kata Kapolres,  dikenai pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara selama 9 tahun sampai 15 tahun.

Dari tangan tersangka disita tujuh sepeda motor dan tiga handphone. Pelaku melakukan aksinya dalam 2-3 bulan terakhir.

Tidak hanya itu, menurut Kapolres, yang bersangkutan juga berani dan mengapload hasil kejahatannya baik itu handphone dan sepeda motor di Medsos yang  menimbulkan ketakutan ditengah-tengah masyarakat.

“Tersangka ini yang melakukan perbuatan kejahatan. Saat melakukan aksinya, dia yang dibonceng. Dia tidak segan-segan menyakiti korbannya. Hasil kejahatannya tersebut di apload di medsos,” ungkap Kapolres.

Lanjut Kapolres, masih ada delapan orang tersangka lainnya yang masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

“Delapan orang masih dikembangkan dan masih dalam pengejaran. Kami meminta mereka untuk menyerahkan diri. Dan ada konsekuensi apabila menyerahkan diri. Namun, apabila hal itu tidak diindahkan maka akan ada tindakan tegas,” kata Kapolres. (Tomy)

Tinggalkan Balasan