Diduga Banyak From C1 Tidak Ditempel Hologram

JAYAPURA (PT) – Kinerja pihak penyelenggara pemilukada dalam hal ini KPU Papua menjadi sorotan.

Pasalnya, selain kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, ternyata masih banyak from C1 pleno tidak ditempel hologram.

Bahkan, menurut Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Carolus Bolly, SE, MM menilai KPU Papua kurang tegas sebagai penyelenggara.

Menurutnya, seharusnya sebagai penyelenggara pemilukada, KPU Papua harus lebih tegas dan tertib melakukan pengawasan dalam distribusi logistik.

“Masih banyak C1 dan C1 pleno tidak ada hologram saat perhitungan suara di TPS-TPS,” ungkap Carolus Bolly kepada wartawan saat keterangan pers di Hotel Aston Jayapura, Sabtu (30/6/2019).

Ia mengatakan, hal itu berdasarkan laporan tim pemantau di sejumlah kabupaten dimana tidak ada hologram di from C1.

“Suara itu dikatakan sah kalau ada hologramnya, tapi kalau hologram itu tidak terdistribusi ke TPS-TPS itu bagaimana? Ini yang harus segera dijelaskan oleh pihak penyelenggara,” katanya.

Ia juga mencontohkan, yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, sudah ada laporan resmi dari panitia pengawas (Panwas) setempat.

Sehingga harus menjadi perhatian serius dari pihak penyelenggara.

“Rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota tidak menjadi masalah. Jadi jangan nanti pas rekapitulasi di provinsi, ini jadi masalah. Jangan sampai kita berkelahi karena soal hologram,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Koalisi Papua Bangkit Jilid II, Mathius Awoitauw meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu yang terlibat dalam pengisian data-data perolehan suara di 29 kabupaten/kota bekerja secara profesional dan seadil-adilnya.

Mathius yang juga Bupati Kabupaten Jayapura mempertanyakan terkait tidak adanya hologram yang disediakan di TPS pada sejumlah kabupaten, padahal hologram itu penting sebagai bukti sahnya surat suara.

“Ini penting supaya kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua KPU Papua, Adam Arisoi ketika dihubungi lewat telepon selelurnya menjelaskan, setiap logistik yang dikirim sudah dihitung formulir C1 dan C1 pleno yang ditempelkan hologram juga sudah dihitung per TPS dan dicetak pas.

“Kalau sampai di bilang hilang atau tidak ada, itu mungkin saksi tidak lihat karena sudah dimasukkan ke dalam kotak. Karena kami yakin teman kami di kabupaten bekerja secara profesional dan tahu persis bagaimana cara menempel hologram,” tukasnya. (ara/dm)

Tinggalkan Balasan