Polisi Bakal Jemput Paksa Hasil Rekapitulasi Pilgub

Kapolres Jayawijaya AKBP Jan Bernard Reba

Di 16 PPD di Kabupaten Jayawijaya

WAMENA-Polres Jayawijaya bakal melakukan jemput hasil rekapitulasi penghitungan suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 16 distrik di Jayawijaya yang belum menyerahkan hasil rekapitulasi tersebut ke KPU Kabupaten Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya, AKBP. Jan Bernard Reba mengatakan, di atas tanggal 4  Juni, polisi akan menjemput paksa hasil rekapitulasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang masih tertahan dan belum disampaikan ke KPU Jayawijaya karena ini sudah sesuai ketentuan.

“Kita kasih waktu hari ini dan besok untuk menyerahkan hasil pemungutan suara ke KPU Jayawijaya guna dilakukan pleno dan dilanjutkan lagi ke tingkat provinsi,”ungkapnya saat ditemui di Polres Jayawijaya, Selasa (3/7).

Dari 40 PPD penyelenggara Pilkada ubernur dan Wakil Gubernur Papua serta Bupati dan Wakil bupati Jayawijaya, kata Jan Reba, baru 24 distrik yang sudah menyerahkan hasil pemilihan dan rekapitulasi ke KPU Jayawijaya sedangkan 16 distrik lainnya belum memasukkan data itu.

Kapolres Jayawijaya menegaskan, pihaknya telah menyiapkan lima tim yang untuk menjemput paksa hasil pleno tingkat distrik ini terdiri dari personel polisi, TNI dan penyelenggara pemilihan umum.

“Yang kami ketahui semua distrik di Jayawijaya sudah menyelesaikan proses pencoblosan dan perhitungan suara, namun belum menyerahkan ke KPU Jayawijaya. Pleno distrik sudah selesai, tapi masih ada hambatan-hambatan, mungkin administrasi namun tim akan turun untuk mengambil surat suara tersebut,”tegasnya.

Setelah melakukan penjemputan hasil rekapitulasi dari PPD, KPU Jayawijaya berencana melakukan pleno Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya lebih dahulu lalu dilanjutkan pleno suara Pilgub Papua.

“Kalau kita pleno Pligub Papua lebih dahulu, misalnya terjadi masalah maka akan menghambat pleno Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya. Oleh sebab itu, kita akan pleno Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya lebih dahulu karena itu hanya satu calon sehingga tidak ada masalah,”tutur Kapolres.

Kepolisian Jayawijaya juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang antusias menyalurkan hak politik pada 27 Juni lalu. Ini menunjukkan demokrasi terbuka dan semua orang menyadari hak pilihnya, sebab sekalipun beberapa waktu ada yang mengajak untuk Golput dan sebagainya, tapi pada 27 dan 28 terlihat masyarakat antusias untuk melakukan pencoblosan.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan