Ricuh, Pleno Hasil Pilgub Papua di KPUD Jayawijaya Kembali di Tunda

Pleno rekapitulasi perolehan suara Pilgub Papua tingkat kabupaten yang di gelar oleh KPUD Jayawijaya, Sabtu (7/7/2018) kembali di tunda karena ricuh. (Foto : ist/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, WAMENA— Setelah di skors pada pleno pertama, Kamis (5/7/2018) karena adanya perbedaan dokumen hasil perolehan suara di dalam kotak suara dengan data yang di pegang oleh PPD, Timses salah satu calon dan Panwas Distrik, dan kembali  batal di gelar pada Jumat, (6/7/2018) kemarin, akhirnya Sabtu, (7/7/2018) hari ini, pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Pilgub Papua tingkat Kabupaten Jayawijaya kembali di gelar sekitar pukul 14.00 WIT di Gedung DPRD Jayawijaya.

Sayangnya, baru berjalan sekitar 30 menit, pleno rekapitulasi KPUD Jayawijaya kembali ricuh, padahal baru dua distrik yang hasilnya di bacakan oleh KPUD Jayawijaya, sehingga terpaksa pleno kembali di skors sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“di skors”, jawab Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua ketika di konfirmasi Lingkar Papua melalui chatting WhatsApp terkait perkembangan terkini pelaksanaan pleno KPUD Jayawijaya di Wamena, Sabtu (7/7/2018) pukul 17.00 WIT.

Tarwinto, salah satu komisioner KPU Papua yang di konfirmasi Lingkar Papua melalui chatting WhastApp, Sabtu (7/7/2018) pukul 18.00 WIT tidak menjawab ketika ditanyakan kondisi terkini pelaksanaan pleno di Jayawijaya, namun beberapa saat sebelumnya Tarwinto sempat memberikan keterangan bahwasanya dirinya tidak berada di Jayawijaya, tetapi sedang di Polda Papua dan berharap pleno hasil Pilgub Papua tingkat kabupaten bisa tuntas besok, (Minggu, 8 Juli 2018-Red).

“besok harus selesai”, kata Tarwinto melalui chatting WhatsApp, ketika di tanyakan bagaimana dengan pleno KPUD Jayawijaya.

Dari penelusuran Lingkar Papua dari beberapa narasumber yang berada di lokasi pleno di gedung DPRD Jayawijaya, sejak jam 09.00 WIT, para peserta yang akan mengikuti pleno di dalam ruangan sudah melakukan proses registrasi, tetapi pleno nya sendiri baru di mulai sekitar pukul 14.00 WIT.

Pleno di pimpin oleh Markus Way, SE, M.Si, salah satu anggota KPUD Jayawijaya, yang juga di hadiri beberapa anggota KPUD lainnya, Welius Wetipo, SH, Effendi Pakpahan, sarlota Nelcy, SE, juga di saksikan Ketua Panwaslu Kabupaten Jayawijaya, Fredi Wamo, PPD dari 40 distrik, dan terlihat hadir pula saksi dari masing – masing Timses pasangan calon.

Setelah pembukaan pleno secara resmi dilanjutkan dengan pembacaan hasil pleno di tingkat PPD, saat pembacaan hasil pleno dari PPD Maima dimana paslon nomor urut 1 tidak mendapatkan suara, dan paslon nomor urut 2 sebanyak 7.680 suara, situasi masih berjalan kondusif.

Namun ketika dibacakan hasil pleno dari PPD Walesi dengan hasil paslon nomor urut 1 mendapat suara 980, dan paslon nomor urut 2 sebanyak 4.420 suara dari total suara sah 5.400 mulai terjadi kisruh karena saksi dari paslon nomor urut 2 melakukan protes karena adanya perbedaan antara data yang dibaca dari kotak suara dengan yang di miliki oleh PPD, menurut mereka ada dua versi perolehan suara.

Dimana salah satu saksi dari paslon nomor urut 2 menyatakan sikap bahwa suara di Kabupaten Jayawijaya sepenuhnya harus diserahkan kepada paslon nomor urut 2 karena sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada sosok Cagub Jhon Wempi Wetipo (JWW) sebagai putra terbaik Jayawijaya yang sudah berkontribusi bagi daerah tersebut selama dua periode kepemimpinan.

Situasi tidak terkendali dan menjurus anarkhis karena saksi paslon nomor urut 2 tidak dapat mengendalikan emosi, merasa terancam petugas PPD keluar dari ruangan, bahkan sampai ada aksi pelemparan kursi, karena situasi menjadi tidak terkendali, sehingga Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengambil alih situasi dan meminta pleno di tunda sampai situasi kondusif.

Akhirnya pukul 15.00 WIT, Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Suara Pilgub Papua tingkat kabupaten oleh KPUD Jayawijaya di skors, dan selanjutnya kotak suara yang ada di amankan dan bawa kembali ke kantor KPUD Jayawijaya.

Pasca pleno yang kembali tertunda untuk ketiga kalinya hingga berita ini di naikkan situasi kamtibmas kota Wamena masih terkendali hanya saja tampak lengang, beberapa toko di jalan utama dan sekitar lokasi gedung DPRD Jayawijaya menutup tempat usaha mereka.

Hingga berita ini di naikkan belum ada keterangan resmi baik dari KPUD Jayawijaya, Panwas Jayawijaya maupun Kapolres Jayawijaya. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

The post Ricuh, Pleno Hasil Pilgub Papua di KPUD Jayawijaya Kembali di Tunda appeared first on .

Tinggalkan Balasan