33 Atase Korps Militer Negara Sahabat Kunjungi Papua

JAYAPURA (PT) – Untuk melihat dan mendengar langsung kondisi Papua, sebanyak 33 Atase Korps Militer Negara Sahabat mengunjungi Provinsi Papua.

Kunjungan korps atase militer 33 negara sahabat tersebut diterima Sekda Papua, TEA. Hery Dosinaen, SIP, M.KP di Gedung Negara, Senin (9/7/2018) malam yang juga dihadiri Forkompimda dan pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Papua

Dalam sambutannya, Dean Of Milat Korps, Comodor Robert Plath mengaku, kunjungan atase 33 negara sahabat ke Papua untuk melihat langsung budaya dan mencoba makanan tradisional Papua.

“Kesempatan ini sangat penting dan berbagi pengalaman dengan pemerintah daerah agar kita dapat menjembatani informasi untuk Indonesia dengan negara asal kami serta mendapatkan pengalaman budaya dan mencicipi makanan tradisonal,” katanya kepada wartawan.

Selain untuk itu, kunjungan atase 33 negara sahabat ini untuk mendapat pengalaman dan saling bertukar untuk informasi.

“Kunjungan kami ke Papua untuk persahabatan sangat baik dan menikmati Papua yang sangat indah, ada banyak tempat yang menarik,” terangnya.

Diakuinya, tugas atase negara untuk belajar keamanan di Indonesia serta untuk bertukar informasi dan pengalaman.

“Agar kita dapat menjembatani informasi untuk Indonesia kepada negara asal kami,” katanya.

Senada dengan itu, Sekda Papua mengapresiasi kunjungan atase militer dari 33 negara.

“Mereka ini merupakan orang-orang intelijin dari negaranya masing-masing yang bertugas di Indonesia untuk melihat kondisi objektif Indonesia,” kata Hery Dosinaen.

Dijelaskannya, Papua merupakan salah satu provinsi di Indonesia Timur dengan berbagai pembangunan, penyelenggaraan pemerintahan dan sejak kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah melakukan tugas-tugas pemerintahan dengan baik.

“Ini merupakan malam yang sangat berarti bagi kami di Papua atas kunjungan atase dari 33 negara sahabat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, dari Eabang sampai Merauke merupakan NKRI yang utuh.

“Kami menyambut baik kunjungan dari atase 33 negara sahabat. Kehadiran unutk melihat kondisi objektif kami sampaikan kepada masing-masing sahabat bahwa mungkin lewat media cetak nasional maupun internasional menempatkan provinsi Papua pada tingkat paling bawa, tetapi kami mengatakan bahwa Papua lebih hebat dari daerah lain,” tandasnya. (ing/lam/dm)

Tinggalkan Balasan