Hepatitis Harus Dicegah Sejak Dini

Petugas kesehatan dan masyarakat saat mengikuti kegiatan aksi peduli hepatitis di Kantor Bupati Keerom, Selasa, (10/7)

KEEROM-Guna menghindari dampak mematikan dari penyakit hepatitis bagi ibu hamil dan Balita, Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan menggelar gerakan aksi peduli hepatitis dengan melakukan sosialisasi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat Keerom di Kantor Bupati Keerom, Selasa, (10/7).
Ketua Panitia Chandra Mukti Kurniawan S.Kip mengatakan, kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Keerom bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit melibatkan tenaga Posyandu, perawat, bidan dan mahasiwa kesehatan.
“Peserta kegiatan yang diundang sebanyak 200 ini terdiri dari 54 petugas kesehatan, 136 mahasiswa kesehatan dan masyarakat Keerom,”ujarnya.
Angota Komisi IX DPR RI, Robert Rouw mengatakan, hepatitis adalah penyakit tersembunyi dan ketika dia muncul sudah kronis, jika diobati biaya sangat tinggi menggunakan teknologi sehingga harus dicegah.
“Kagiatan ini kita inginkan program pencegahan bagai masyarakat, dengan gerakan masyarakat hidup sehat dari sekarang,”ujarnya.
Untuk itu, ibu hamil wajib hukumnya harus diperiksa, karena pihaknya telah memberikan anggaran.
“Kami telah menyetujuai Rp 800 miliar, kita ingin pelayanan kesehatan berjalan baik, sesuai undang udang, pemerintah harus melindungi masyarakat dari segala aspek,”tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat secara sadar memeriksa dirinya agar tidak menjadi beban karena penyakit yang mengunakan biaya tinggi.
“Ini bisa dicegah dengan pola hidup yang baik, harus kita jaga pola makan dan kehidupan kesehatan dan bahaya hepatitis harus disampaikan kepada masyarakat,”ujarnya.
Semetara itu, di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Keerom, Frangklin Uriager SKM, M.Kes mengatakan, kadang beberapa ibu hamil tidak memeriksa hepatitis karena
pegawai Puskesmas dengan kader tidak nyambung.
“Sosialisasi ini akan ditindaklanjuti sampai di distrik, setiap pemeriksaan kita sosialisasikan dan strategi kita ke depan kembali ke kader untuk lakukan sosialisasi di kampung – kampung karena tenaga tebatas,”pungkasnya.(oel/tho)

Tinggalkan Balasan