Kasus Insentif Guru Honor Terus Bergulir

Para guru honor.

SAPA (TIMIKA) – Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, mengatakan, kasus dugaan penyalahgunaan dana insentif guru masih terus bergulir. Pihak kepolisian masih menunggu hasil penilaian Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Apabila sudah ada hasilnya maka akan di lanjutkan dan sudah ada tersangka yang dikantongi.

“Kasus ini masih terus berjalan. Kita menunggu penilaian APIP dalam kasus ini,” kata AKP I Gusti kepada wartawan di Polres Mimika, Rabu (11/7).

Menurutnya, APIP akan meneliti kasus tersebut apakah ada kerugian negara  atau tidak. Apabila ada, maka akan diteruskan. Kepolisian nanti akan bergerak dan mengekspos ke BPK Provinsi Papua.

“Apabila ada kerugian negara dalam kasus ini akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menerima dua laporan terkait kasus penyalahgunaan dana insentif  guru. Dari hasil laporan dan gelar perkara yang dilakukan ada temuan dugaan penyimpangan penggunaan dana insentif guru honor.

Para guru meminta agar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mimika Jenny O Usmanny membayar insentif mereka yang belum terbayarkan sejak Januari 2017-Juni 2018.

Laporan tersebut berupa  dana tunjungan tambahan penghasilan guru honorer tahun 2017 sebesar Rp 17,8 miliar. Dugaan penyelewenagan dana Otsus tahun 2017 sebesar  Rp 6,4 miliar yang digunakan untuk merekrut 120 guru kontrak dan dana kesra dari Pemerintah pusat sebesar Rp 2,5 miliar melalui Disdik Mimika tahun 2017. (Tomy)

Tinggalkan Balasan