Pemprov Bangun SMA Unggulan di Jayawijaya

Denny/ Cepos

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Ellias Wonda saat meletakkan batu pertama pembangunan SMA unggulan bagi 10 kabupaten di Kampung Likino, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (11/7) kemarin.

WAMENA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua membuat satu terobosan penting dalam membina dan membangun serta memajukan pendidikan di wilayah Pegunungan Tengah Papua dengan membangun SMA unggulan yang berpola asrama di Wamena bagi 10  kabupaten di Pegunungan Tengah Papua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, Ellias Wonda mengakui, program pembangunan SMA unggulan di Jayawijaya ini sudah diprogramkan sejak Tahun 2017 lalu, namun karena berbagai kendala yang dihadapi di Papua maka Tahun 2018 ini barulah dilakukan pencanangan pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama.

   “Ini merupakan program pembangunan dari Gubernur Papua yang kembali terpilih, memang ada hambatan di tahun 2017 lalu dengan banyaknya kegiatan mulai dari persiapan PON XX, sampai Pilkada sehingga pendanaannya terbatas,”ungkapnya saat ditemui di Kampung Likino,  Distrik Hubikiak Rabu (11/7).

Pembangunan SMA unggulan untuk tahap pertama ini menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat, namun untuk pembangunan selanjutnya Pemerintah Provinsi Papua akan melihat masalah ini, dan untuk pertama yakni 3 ruang kelas dan 1 ruang guru.

“Sebelum kami membangun ini prosesnya sangat panjang di mana pemerintah Provinsi. Papua harus melepaskan lahan dari masyarakat seluas 8 hektar, kajian akademik dan Amdal  serta perencanaan pembangunan dengan anggaran yang cukup besar yang bersumber dari APBD Provinsi Papua,”jelas Ellias Wonda.

Kata Wonda, pembangunan SMA unggulan ini bertujuan untuk menghimpun anak -anak Papua yang berprestasi dari 10 kabupaten itu untuk ditampung dalam asrama ini guna mempersiapkan mereka sebagai calon pemimpin daerah.

“Setiap kabupaten itu kami rekut 4 orang anak untuk didik di sekolah ini, contoh sekolah ini juga sama dengan SMA negeri yang ada di Buper Waena Jayapura  yang diperuntukkan bagi siswa yang berprestasi,”katanya.

Ia melihat selama ini sekolah -sekolah dibangun tanpa melakukan studi kelayakan atau melihat sekolah paling bawah seperti SD-nya berapa, SMP-nya, berapa gurunya dan pembangunan ini juga menjadi rebutan kabupaten, tetapi ia melihat yang paling cocok untuk dibangun SMA unggulan ini hanya di Wamena dengan alasan Jayawijaya di tengah.

“Waktu pembangunannya ditargetkan 180 hari sudah selesai, untuk masalah keamanan diserahkan kepada masyarakat setempat untuk melindungi pekerja kami di sini,”jelasnya.

Sementara itu kepala suku Markus Kosay sangat berterimakasih dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur Papua sehingga ia mengharapkan anak -anak yang berprestasi itu bisa sekolah di Jayawijaya sebagai salah satu tempat yang mudah dijangkau di Pengunungan Tengah Papua.

“Kami berterimakasih dengan adanya bagunan sekolah ini artinya anak -anak di sini bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti yang ada di daerah lain,”pungkasnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan