Telkomsel: Tak perlu ganti kartu saat perjalanan haji 

Papua No. 1 News Portal | Jubi , Jayapura, Jubi - Selama menunaikan ibadah haji, pelanggan Telkomsel tanpa perlu mengganti kartu maupun setting handphone, tetap dapat menggunakan layanan seluler dengan mudah. "Pelanggan juga tidak perlu khawatir kehabisan pulsa maupun kesulitan mendapatkan layanan dengan tersedianya channel lengkap untuk isi ulang pulsa dan layanan pelanggan berupa Call Center 24 jam, serta kantor layanan GraPARI Mekkah, Madinah, dan Jeddah yang buka setiap hari untuk melayani seluruh kebutuhan pelanggan," ujar Herry Setiawan, Vice President Sales & Marketing Telkomsel Area Pamasuka, melalui release kepada Jubi, Jumat (27/7/2018).  Setiap tahunnya, kata Harry, Telkomsel selalu melayani kebutuhan komunikasi jamaah haji Indonesia. Layanan haji yang dihadirkan ditujukan agar para pelanggan Telkomsel yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci dapat tetap berkomunikasi dengan mudah dan nyaman, khususnya dengan keluarga yang berada di tanah air. "Tidak hanya menyediakan tarif dan paket promo, namun kami juga menghadirkan pusat pelayanan yang siap membantu pelanggan.” katanya. Pelanggan dapat mengaktifkan paket haji yang ideal sesuai dengan kebutuhannya sebelum berangkat maupun saat tiba di Tanah Suci, melalui menu akses *266# ataupun melalui aplikasi MyTelkomsel dimana  pelanggan juga dapat melakukan cek pemakaian, aktivasi paket, isi ulang pulsa atau bayar tagihan, serta cek dan tukar POIN. Informasi lebih lengkap mengenai Paket Haji Telkomsel dapat dilihat di http://www.telkomsel.com/promo-haji . "Untuk melayani seluruh kebutuhan komunikasi pelanggan di Tanah Suci, Telkomsel juga mengoperasikan pusat layanan pelanggan, GraPARI di Mekah (Grand Zam Zam Tower/Abraj Al-Bait, Lantai 3), Madinah (Hotel Al Salaheja), dan Jeddah (Distrik Al Rehab). Kehadiran GraPARI di berbagai lokasi di Arab Saudi ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi, terutama untuk melayani pelanggan asal Indonesia yang pergi ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah haji dan umrah, maupun tenaga kerja Indonesia yang berdomisili di Madinah dan Jeddah,” jelasnya.  Nursaid, seorang calon jamaah haji Kota Jayapura, mengatakan masih belum membeli dan akan membeli menjelang keberangkatannya pada 30 Juli 2018 nanti. "Kebutuhan banyak telpon dan internet jadi pilihan, tapi dirasakan juga mahal sekali, dimana paket tertinggi sekitar Rp 900 ribu," ujarnya singkat. ...

Tinggalkan Balasan