286 ASN Ikut Ujian Kenaikkan Pangkat Penyesuain Ijazah

Sekretaris BKD Helen Ronsumbre bersama panitia ketika menunjukkan soal ujian kepada ASN yang mengikuti ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah di BKD Provinsi Papua, Jumat (30/8). (FOTO :Hans Cepos)

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah bagi 286 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari provinsi dan kabupaten/kota, di Aula Kantor BKD Provinsi Papua, Jumat (30/8).

Dari 28 ASN tersebut, sebanyak 120 orang ASN dari provinsi dan sisanya 166 orang ASN dari kabupaten/kota,dengan kualifikasi pendidikan 10 orang pasca sarjana, 154 orang sarjana, Diploma/III 21 orang, SLTA 99 orang dan SMP 2 orang.

Sekretaris Badan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua, Helen Ronsumbre menyampaikan, dasar pelaksanaan ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah Pegawai Aparatur Sipil Negara adalah peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 tentang perubahan atas peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang kenaikan pangkat pegawai negeri sipil.

“Perlu kami jelaskan bahwa tidak semua yang lulus ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazahnya bisa diusulkan kenaikan pangkatnya, kecuali formasi mengizinkan,”ungkap Helen usai membuka acara pelaksanan ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah bagi 286 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor BKD Provinsi Papua, Jumat (30/8).

Dijelaskan Helen, yang dimaksud formasi mengijinkan adalah bagi ASN yang memiliki ijazah dan lulus pada ujian penyesuaian kenaikan pangkat dan pendidikan sesuai dengan bidang tugas yang dimilikinya.

Pihaknya mencontohkan seorang ASN di Dinas Kesehatan Provinsi Papua memperoleh pendidikan sarjana ilmu pemerintahan, ASN tersebut bisa ikut ujian penyesuain ijazah tetapi tidak dapat diusulkan kenaikan pangkat penyesuaiannya.

Pasalnya yang bersangkutan harus pindah ke instansi yang tupoksi tugasnya berhubungan dengan pendidikan tersebut. Seperti Biro Tata Pemerintahan,maka usul kenaikan pangkatnya dapat dipertimbangkan.

“Untuk itu saya berharap kepada peserta ujian agar sungguh-sungguh mengerjakan dengan baik, karena ujian ini bukanlah sekedar formalitas, tetapi merupakan penyaringan kualitas aparatur di lingkungan Provinsi Papua,”ujarnya.(ans/ary)

Tinggalkan Balasan