Dunia Usaha Diminta Terapkan 20 % Untuk Pembangunan

Yewen/Cepos
DIALOG INVESTASI: Suasana kegiatan dialog investasi dan temu usaha sektor terpadu se-Provinsi Papua yang digelar di Hotel Grand Alisson, Sentani, Kamis (4/10) lalu.

SENTANI-Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Jayapura diminta untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., menyebutkan selama ini sudah ada beberapa perusahaan yang telah berkontribusi dengan memberikan 20 % terhadap pembangunan di Kabupaten Jayapura. Oleh karena itu, dia meminta kepada perusahaan yang belum memberikan kontribusi agar dapat mengambil bagian dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan di bumi kenambai Umbai.

“Dunia usaha inikan mempunyai tanggung jawab sosial. Jadi dunia usaha telah memberikan ruang mereka bisa bertanggungjawab terhadap masalah-masalah sosial di mana perusahaan tersebut berusaha, terutama yang disebut dengan 20% dari hasil usaha perusahaan untuk bantuan-bantuan sosial,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Jumat (5/10) lalu.

“Pemerintah inikan ada regulasi makanya kita memfasilitasi supaya ada kontribusi dari perusahaan terhadap pembangunan di Kabupaten Jayapura. Karena itu, bagaimana bagusnya kita implementasikan,” sambungnya.

Mathius menyatakan perusahaan tidak bisa menghindar dari kontribusinya terhadap pembangunan di daerah, terutama di bidang sosial. Sebab hal ini sudah diatur dalam regulasi di Indonesia. Dirinya melihat banyak perusahaan sudah sangat mengerti dan selama ini sudah berjalan dalam memberikan bantuan-bantuan sosial terhadap pembangunan di daerah.

“Karena itu, kalau hanya satu dua perusahaan yang bergerak, mungkin yang lain kalau bisa sama-samalah. Berapapun pendapatannya tidak ada masalah, yang penting aturan 20% tetap berjalan,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga dirangkul untuk mengambil bagian dalam pembangunan venue-venue PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua, terutama di setiap kabupaten/kota yang akan menggelar pertandingan cabang olahraga. “Apalagi ada beberapa perusahaan yang plat merah atau milik BUMN dan BUMD, sehingga mempunyai kewajiban untuk berkontribusi terhadap penyelenggaraan PON mendatang,” tambahnya. (bet/nat)

Tinggalkan Balasan