Rektor Uncen Terapkan Pungutan UKT

Robert Mboik/ Cepos
Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT

Menjawab Tuntutan Mahasiswa Terkait SPP

JAYAPURA-Rektor Universitas Negeri Cendrawasih (Uncen) Jayapura Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT akhirnya menjawab permintaan mahasiswa menurunkan biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dengan memberlakukan kembali keputusan rektor tentang Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sudah dikeluarkan pada Januari 2018.

“Jadi tadi saya sampaikan bahwa SPP tidak diturunkan, tapi kita meminta program studi untuk melaksanakan keputusan rektor yang dikeluarkan pada bulan Januari 2018 tentang besaran UKT. Karena ketetapan rektor itu sudah sesuai dengan permintaan mahasiswa,” kata Apolo Safanpo, saat ditemui Cendrawasih Pos di ruang kerjanya, Kamis (8/11) kemarin.

Dalam keputusan itu, untuk mahasiswa asli Papua menurut Apolo Safanpo akan dikenakan biaya minimal mulai dari Rp 1 juta sesuai dengan prodi atau jurusannya. Sedangkan sisa dari kekurangan itu akan diambil dari biaya subsidi dana otonomi khususya dan bantuan dari Pemprov Papua maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Kemudian untuk mahasiswa umum akan dikenakan biaya normal sesuai dengan apa yang tertera dalam keputusan rektor dan sesuai hasil perhitungan program studi. Itupun menurutnya ada juga yang hanya dikenakan biaya minimal mulai dari Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 2 juta atau sesuai dengan jurusan apa yang diambil mahasiswa tersebut.

Apolo Safanpo menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan biaya antara OAP dan mahasiswa non OAP. Hanya saja kekurangan biaya dari mahasiswa OAP ini akan ditopang oleh dana Otsus. Inti keputusan itu, yaitu pihaknya tidak menurunkan biaya SPP, tapi meminta kepada fakultas dan program studi untuk kembali melaksanakan keputusanan rektor tahun 2018 tentang besaran UKT.

Terkait penerapan keputusan itu menurutnya tidak ada persoalan. Jika ada mahasiswa non OAP yang merasa tidak mampu membayar biaya kuliah sesuai ketentuan itu maka harus disertakan dengan keterangan tidak mampu atau dengan kata lain akan akan membayar biaya kuliah sesuai golongan atau pendapatan orang tua. Menurutnya apabila diilihat dari perhitungan rill diprogram studi masing-masing, besar kemungkinan biaya SPP lebih dari itu. Namun untuk menutupi kekurangan itu pihak universitas akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah provinsi papua, Kabupaten dan kota untuk bisa membantu meringankan beban biaya studi bagi mahasiswa OAP. “Jadi kami sedang siapkan surat audiens kira kira hal- hal apa saja yang akan kita bahas,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga akan memaksimalkan penggunaan dana bantuan operasional perguruan tinggi negeri.(BOPTN) untuk menutup kekurangan yang ada. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan