Selingkuh Penyebab Terbesar Perceraian di Jayapura

Nurul Huda (FOTO : Robert Mboik/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Bagian Hubungan Masayarakat Pengadilan Agama Kota Jayapura Nurul Huda mengatakan, Masalah perceraian suami istri di kota Jayapura saat ini meningkat dari tahun lalu. Dari data yang ada, pemicu perceraian itu disebabkan karena isu perselingkuhan diantara pasangan suami istri (Pasutri).

“Yang paling dominan untuk pemicu perceraian ini adalah masalah perselingkuhan dan kemudian masalah ekonomi,” kata Nurul Huda kepada Cendtawasih Pos diruang kerjanya, Kamis (7/11)’ kemarin.

Menurutnya, sebagaimana aturannya, setiap gugatan perceraian itu selalu diusahakan untuk dimediasi. Namun hasilnya hanya sebagian kecil saja yang berhasil rujuk kembali, selebihnya tetap memilih bercerai. Padahal kata dia, sebagian besar pasutri yang bercerai itu sudah memiliki anak dan rata-rata berusia diatas 30 tahun.

“Artinya kalau kita lihat dari sisi usia ya sebenarnya bukan muda lagi, ya sudah dewasa lah. Tapi hal itu tidak mengurungkan niat mereka untuk bercerai,” tandasnya.

Lanjut dia, dari jumlah pasutri yang cerai itu sebagian besar pemohonnya itu adalah perempuan ada juga kaum pria tapi jumlahnya sangat sedikit. Berdasarkan data yang ada, sejak Januari hingga November 2018 ini, jumlah cerai yang sudah diputuskan telah mencapai 405 perkara. Jumlah ini sedikit meningkat dari tahun 2017 lalu yang hanya mencapai 300-an perkara. “Ini belum berakhir karena masih ada gugatan dan ada juga yang sedang kami proses. Sehingga dipastikan jumlahnya akan bertambah,” paparnya.

Dia menambahkan, perkara perceraian yang ditangani pihaknya selama ini ada perkara bersifat kontensius dan perkara volunter.Untuk permohonan perkara cerai yang bersifat volunter tidak ada lawanya. sedangkan kontensius ada lawannya.(roy)

Tinggalkan Balasan