Delapan Korban KKB Nduga Yang Berhasil Selamat Tiba di Timika

Delapan orang korban selamat dari penembakan di Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (6/12) siang tiba di Timika.(Foto-Salama)

SAPA (TIMIKA) – Sebanyak delapan orang korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga,  yang  berhasil menyelamatkan diri, dievakuasi ke Timika dengan menggunakan helikopter milik TNI AD, Kamis (6/12).


Pantauan Salam Papua, kedatangan para korban dijemput langsung oleh Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. Dimana, para korban langsung diberikan pelayanan medis oleh tim medis gabungan TNI-Polri, selanjutnya dibawa ke salah satu hotel untuk beristirahat karena  masih dalam keadaan trauma.

Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, menyebutkan dari delapan korban tersebut, salah satu diantaranya adalah anak kecil dari seorang mantri Puskesmas Distrik Yigi bernama Martina Tabuni.

"Proses evakuasinya lewat darat dulu lalu dibawa ke Mbua kemudian diterbangkan kesini (Timika – red). Kemungkinan masih ada korban lain selain yang berada di camp, hanya belum ada yang melaporkannya,” ujarnya ketika ditemui wartawan di hanggar Bandara Mozes Kilangin, Kamis (6/12).

Menurutnya, aksi penembakan yang dilakukan KKB Nduga tersebut tidak dapat ditolerir karena tidak berprikemanusiaan.

“Setelah kita mendapat dan mendengarkan kisah dari korban, itu mereka diikat dan disuruh jalan jongkok dan kemudian ditembaki, lalu jenazahnya ditinggalkan begitu saja. Perilaku ini  seperti bukan manusia. Saya tidak mengerti apakah pelakunya ini manusia atau bukan? Karena manusia tidak melakukan hal seperti ini,” katanya.

“Manusia itu ciptaan Tuhan. Dan tindakan mereka sangat keji. Lebih binatang dari binatang dan lebih iblis dari iblis,” tegasnya.

Berikut nama-nama korban yang selamat, berdasarkan siaran pers yang diterima,  yakni (1). Edinus tabuni; (2). Krisna Tabuni ; (3).Bato; (4).Mijron Arifin; (5). Simon Tandi; (6).Diroromber; (7). Kasu Kogoya dan satu anak kecil.  (Salma)

Tinggalkan Balasan