Kebutuhan Air Bersih di PLBN Skouw Perlu Penanganan

JAYAPURA (PT) – Ketersedian air bersih di wilayah perbatasan Skouw–Wutung (RI – PNG) membutuhkan penanganan cepat, pasalnya kebutuhan air bersih di perbatasan tersebut mengalami devisit alias kekurangan.

Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Provinsi Papua, Suzana Wanggai mengungkapkan, minimnya air bersih itu, perlu ditangani secara cepat dengan melakukan penggalian sumber air.

“Jadi, di Skouw dan Wutung ini air sangat sulit, sehingga memang butuh penanganan yang tepat, sehingga bisa menghasilkan satu sumber mata air baru, yang bisa menyuplai kebutuhan di perbatasan,” kata Suzana Wanggai, Jumat (11/1).

Meski Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Papua telah membantu untuk melakukan penggalian sumber mata air baru, namun debit air terus menurun atau menyusut tajam, sehingga tak maksimal untuk dimanfaatkan.

“Padahal sebenarnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wutung ini sudah mau dioperasikan, tetapi karena ketersediaan air bersih belum ada, maka mereka masih memanfaatkan pos kecil yang ada sebelumnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjelaskan, dengan beroperasinya gedung PLBN Skouw ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan lintas batas negara, keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya harap juga dapat menciptakan pusat pertumbuhan wilayah baru sebagai embrio kota baru pada kawasan perbatasan Skouw, Kota Jayapura, Papua,” harap Menteri Basuki.

Basuki menambahkan, salah satu dukungan di kawasan PLBN Skouw yaitu Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sungai Wutung dengan debet air sebesar 50 liter/detik dan baru dimanfaatkan 40 liter/detik untuk melayani 577 sambungan rumah, dengan rincian Moso 94 SR, Skouw Sae 158 SR, Skouw Mabo 144 SR, Skouw Yambe 102 SR, dan Skouw sepanjang jalan poros 79 SR).

Selain itu, juga dibangun Ground Water Tank (GWT) dengan kapasitas 500 m3, Reservoir Intake dengan kapasitas 750 m3, serta pembangunan septik tank komunal di Moso 1 unit, Skouw Sae 6 unit, Mabo 8 unit dan Yambe 8 unit. (ing/rm)

Tinggalkan Balasan