Logistik Pemilu 2019 Bercampur Pupuk Dalam Satu Kontainer

KPU dan Bawaslu Mimika menemukan adanya barang lain yang bercampur dengan logistik pemilu 2019.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika segera memanggil pihak ketiga untuk menjelaskan adanya barang lain seperti bahan bangunan dan pupuk  yang bercampur dengan logistik Pemilu 2019 dalam satu container Kapal  SPIL Hana dengan Nomor Kontainer SPNU 2758788 yang dikirim melalui jasa pengiriman ekspedisi Papua Jaya Mandiri.

“Kita akan panggil pihak ketiga untuk mempertanggungjawabkan masalah keamanan ini. Tidak boleh barang negara dicampurkan dengan barang lain dalam satu kontainer. Ini bisa menimbulkan indikasi nanti,” ujar Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola saat melakukan monitoring bongkar muat sampul surat suara di Pelabuhan Poumako, Senin (11/2).

Monitoring yang mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian itu, juga dihadiri para komisioner KPU Mimika Divisi Hukum Laurensius Minipko dan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Mimika) Divisi Pencegahan dan Hubungan antar lembaga Budiono Muchie, Komisioner Bawaslu Divisi Sengketa Blasius Narwadan.

Sementara itu, Intelkam Polsek Pelabuhan Poumako, Aiptu Putu yang menyaksikan bongkar muat logistik tersebut meminta kepada KPU untuk berkoordinasi dengan pihak ekspedisi. Dimana, dalam proses bongkar muat harus disaksikan KPU dan Bawaslu Mimika itu sendiri.

“Apakah nanti diantar langsung ke Kantor KPU Mimika dengan ada tambahan biayanya? Kalau bisa KPU dan Bawaslu menempatkan satu anggotanya di sini untuk menyaksikan bongkar muat. Apabila ada yang kurang dari logistik itu, ekspedisi yang akan bertanggung jawab,”  kata Aiptu Putu.

Komisioner Bawaslu Mimika Divisi Pencegahan dan Hubungan antar lembaga, Budiono Muchie mengatakan, barang milik negara tersebut yang wajib dijamin keamanannya. Walau tercampur dengan barang lain, tidak ditemukan adanya sampul surat suara yang rusak.

Terkait hal tersebut, mewakili penanggung jawab Kontainer Samudra Agung Papua, Yusak, mengaku tak mengetahui hal tersebut.  Pihaknya hanya membuka segel sampul surat suara lantaran terdapat barang lain yang juga ingin dibongkar.

“Kita cuma tahu bongkar saja. Masalah isi muatan itu tanggung jawab sang pengirim,”  katanya ketika ditemui Salam Papua disela-sela bongkar muat logistik pemilu tersebut.

Pantauan Salam Papua, sampul surat suara Pemilu 2019 untuk KPU Kabupaten Mimika tersebut terlihat dibungkus menggunakan kardus bersama sampul milik beberapa KPU Kabupaten lainnya seperti Asmat dan Yahukimo. Terlihat logistik-logistik itu bercampur dengan barang bahan bangunan dan pupuk tanaman. (Salma)

Tinggalkan Balasan