Kenaikan Harga Bawang di Timika, Disperindag Pasrah

Ekonomi - Soal Kenaikan Harga Bawang.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bernadinus Songbes mengaku, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait kenaikan harga bawang putih dan bawang merah di Kabupaten Mimika.  Namun kenaikan harga bawang putih lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu Rp. 40.000/ kilo, naik menjadi Rp. 80.000/ kilonya.

“Kita juga punya keinginan untuk membantu masyarakat untuk menekan harga barang, tapi kita telusuri asal usul barang ini (bawang putih) memang agak susah,” ujarnya kepada wartawan di bilangan SP2, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, produksi nasional bawang putih memang tak sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wialayah Indonesia.

“Bawang putih sama sekali tidak bisa tekan, karena ini impor. Mekanisme pengangkutannya rumit dan terbatas,” katanya.

Bernadinus Songbes mengatakan, salah satu faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga pada sayur mayur yang diproduksi lokal adalah faktor utama.

Dimana, curah hujan yang tinggi menyebabkan kualitas sayur mayur rendah yakni membusuk.

“Setiap akhir bulan, kita mengirim laporan harga-harga barang ke Kementerian Perdagangan secara online,” ujarnya sembari menjelaskan hal tersebut merupakan intruksi langsung Kementerian Perdagangan kepada bupati dan walikota melalui OPD teknis untuk mendata, merekap dan melaporkan perkembangan harga setiap item barang yang beredar di pasaran.

“Kami sudah kantongi semua harga-harga barang, sementara direkap. Mulai dari sayur mayur sampai ke beras. Yang naik signifikan itu bawang merah dan bawang putih saja,” jelasnya. (Salma)

Tinggalkan Balasan