Baznas Manokwari Manfaatkan Zakat Maal Dorong Ekonomi Umat

Baznas. (Foto-Istimewa)

SAPA (MANOKWARI) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memanfaatkan zakat maal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi umat.

Ketua III Baznas Manokwari, Jamil Manilet di Manokwari, Rabu (12/6), mengatakan, sejak Ramadhan 1439 hijriah/2018 hingga 1440 H/2019 zakat maal yang terkumpul melalui unit penerima zakat (UPZ) mencapai Rp4 miliar.

"Sebagian besar penyaluranya melalui UPZ yang berada di masjid-masjid dan sisanya diserahkan kepada Baznas," kata Jamil.

Melalui dana umat tersebut, Baznas mendorong pengembangan ekonomi umat melalui usaha-usaha produktif. Dana yang diserahkan Baznas kepada mustahik atau orang yang berhak menerima zakat menjadi modal untuk membangun usaha.

"Kami berikan minimal Rp5 juta per orang sebagai modal untuk membangun usaha. Itu diberikan secara cuma-cuma agar ekonominya berkembang dengan harapan tahun berikutnya ia tidak lagi berstatus sebagai mustahik melainkan muzaki atau orang yang wajib membayar zakat," kata dia.

Dalam setahun terakhir Baznas Manokwari telah membina sekitar enam orang melalui zakat mall. Baznas Manokwari akan terus melakukan pengawalan agar dana zakat tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk usaha.

"Sebelum menyerahkan, kami juga harus tahu spesialisasi usaha apa yang akan dilakukan. Kami tidak berikan sembarangan, harus jelas spesialisasi dan usaha yang ajan dilakukan," katanya.

Selain mendorong ekonomi umat, kata Jamil, zakat mall di daerah ini pun dimanfaatkan pada bidang pendidikan baik pada jenjang sekolah dasar, menengah pertama, menengang atas maupun perkuliahan.

"Adik-adik yang kesulitan untuk membayar uang kuliah mungkin karena belum mendapat kiriman dari orang tua bisa mengajukan ke Baznas. Insya-Allah kami layani," kata dia.

Baznas pun menyalurkan zakat mall kepada musafir atau orang yang sedang kesulitan saat dalam perjalanan di Manokwari.

"Yang kami kelola ini dana umat jadi harus diberikan juga kepada umat terutama yang masuk dalam kategori mustahik, karena ini zakat," kata Jamil. (Antara)

Tinggalkan Balasan