Perlu regulasi untuk jaga masuknya penyakit ke Wamena

Sosialisasi undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura di Wamena-Jubi/Islami

Papua No. 1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi –  Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura melakukan sosialisasi undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, Jumat (20/9/2019) di salah satu hotel di Wamena.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura, Harold Pikal mengatakan, hal ini dilakukan agar para pihak dapat memahami tentang pengawasan lalu lintas orang, alat angkut dan sebagainya dimana sesuai aturan yang ada.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan ada tindak lanjut. Bukan saja dari petugas KKP sendiri tetapi juga dari para pihak, agar mau menerima dan melaksanakan apa saja yang diminta sesuai tuntutan dari pihak penerbangan, maupun dengan undang-undang karantina yang ada.

Dengan begitu kata Harold Pikal, undang-undang kekarantinaan sebelumnya dianggap tidak relevan lagi, dimana aturan sejak 1962 itu telah diubah sehingga dengan undang-undang baru tentang kekarantinaan.

“Wamena ini satu-satunya daerah yang tidak tertinggal dari daerah lain dalam hal menularkan penyakit dari orang ke orang, maupun orang ke alat angkut, ini yang mesti dikemas dari kita (KKP) bersama pemerintah daerah setempat, sehingga perlu ada kolaborasi dalam penyusunan regulasi kekarantinaan ini,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, Dr. Willy E Mambieuw mengatakan, keterlibatan dinas salah satu contoh misalnya soal Malaria, dimana di Jayawijaya sedang didorong untuk membuat suatu regulasi dalam rangka salah satu persiapan menjelang PON 2020, salah satunya adanya pemeriksaan darah terhadap penumpang yang tiba di Bandara Wamena.

Semua orang yang datang ke Wamena dari daerah endemik Malaria harus ada regulasi yang mengatur, seperti penumpang yang baru turun dari pesawat diarahkan untuk pemeriksaan darah, “Sehingga ketika terkena Malaria bisa langsung diobati, supaya tidak menyebar ke orang lain,” katanya.

Kasus lain kata Willy Mambieuw mengenai penularan penyakit TB, dimana Jayawijaya sudah ada peraturan bupati tentang TB, sehingga regulasi itu yang akan digunakan.

“Jangan sampai pada saat naik pesawat khusus untuk calon penumpang yang menghidap TB bisa menularkan ke orang lain, supaya kemungkinan saat hendak naik pesawat bisa diperiksa bahkan bisa ditunda dulu penerbangannya, namun kembali lagi ke masing-masing aviasi juga harus ikut berperan, sehingga sosialisasi seperti ini sangat penting bagi semua,” katanya.

Sementara itu, pelaksana harian Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) kelas I Wamena, Ferdy Halattu menyampaikan jika pihaknya siap mendukung program tersebut dengan penyediaan sejumlah fasilitas.

“Sosialisasi seperti ini tetap kami dukung, karena ada di dalam peraturan menteri perhubungan. Fasilitas yang disiapkan misalnya gedung atau ruangan, sedangkan fasilitas tarkait kekarantinaan disiapkan dari kementerian kesehatan,” katanya. (*)

Editor: Syam Terrajana

The post Perlu regulasi untuk jaga masuknya penyakit ke Wamena appeared first on JUBI.

Tinggalkan Balasan