Polisi tangkap Mahasiswa pemilik tiga akun palsu, ini kata Safenet

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi (kiri) saat menunjukkan bukti postingan ujaran kebencian di facebook oleh pengguna akun palsu ‘Nov Lia’ yang memosting ujaran kebencian terhadap Polri dan menyertakan gambar Kapolda Papua. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Oknum mahasiswa berinisial MM (25 tahun) pemilik tiga akun palsu (Fake Account) ditangkap tim gabungan Reskrim Polres Manokwari Polda Papua Barat, pada Selasa 7 Oktober 2019 di Manokwari.

Penangkapan MM berkaitan dengan postingan akun palsu di media sosial Facebook milik MM yang bemuatan ujaran kebencian terhadap institusi Polri dan menyertakan gambar Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Pria berinisial MM diketahui adalah seorang mahasiswa di salah satu kampus negeri di Manokwari yang mengunakan akun palsu dengan foto profil perempuan di media sosial Facebook dengan nama ‘Nova Lia’.

Kapolres Manokwari, Ajun Komisaris Besar Polisi Adam Erwindi, mengatakan pelaku (MM) menulis ujaran kebencian terhadap institusi Polri di akun palsu facebook menggunakan nama ‘Nova Lia’ pada tanggal 6 Oktober 2019.

“Di dalam postingan facebook oleh pengguna akun atas nama ‘Nova Lia’, pria tersebut menulis kalimat berisi ujaran kebencian terhadap institusi Polri dan juga kalimat makian terhadap Kapolda Papua yang diunggah dalam grup Facebook ‘Papua Barat Terupdate’. MM tersebut sudah ditangkap, dan hasil pemeriksaan awal, dia mengakui perbuatannya,” ujar Kapolres Adam Erwindi saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Selasa (8/10/2019).

Hasil pemeriksaan Polisi, MM mengaku dengan sadar melakukan hal tersebut untuk mengungkapkan kebenciannya terhadap institusi Polri.

“Dia mengaku, ujaran itu dilakukan olehnya melalui media sosial facebook agar kebenciannya kepada Institusi Polri diketahui publik (warga net),” ujar Adam.

Selain akun palsu ‘Nova Lia’, dua akun palsu facebook lainnya oleh pelaku menggunakan nama ‘Stela Lina’ dan ‘Maklon Mirin’.

“Setelah kita searching (pencarian) tiga akun palsu, semua isi postingannya bermuatan ujaran kebencian dan membuat cerita yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Adam Erwindi.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah dua buah telepon genggam yang digunakan pelaku untuk operasikan tiga akun palsu facebook tersebut.

Adam Erwindi mengakui, bahwa pelaku tidak dapat dihadirkan dalam konferensi pers karena masih menjalani pemeriksaan kesehatan jasmani dan kejiwaan di rumah sakit Bhayangkara Polda Papua Barat.

Dan atas perbuatan tersebut, pelaku disangkakan pasal 25 jo 27 dan 28 UU ITE dengan ancaman enam tahun penjara.

“Pemeriksaan kesehatan ini sesuai prosedur sebelum pelaku ditahan,” kata Adam Erwindi menjawab pertanyaan awak media.

Sementara, Kepala Desk Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) Papua, Unggul mengatakan, berkaitan dengan postingan hinaan melalui media sosial, hal itu melekat pada individual (pribadi) yang disebut dalam postingan.

Sedangkan penerapan pasal dalam UU ITE sebagai jeratan hukum, perlu ditelisik kembali tentang kronologis maupun konteks dari tujuan postingan tersebut melalui tafsiran ‘ahli’.

“Unsurnya juga harus ada apakah pelaku sengaja atau tanpa hak dan sebagainya. Jadi perlu ditelaah dan tidak serta merta semua postingan medsos bakal dipidana dengan UU ITE. Tergantung ‘baper’ tidaknya tokoh yang disinggung atau dihina,” katanya kepada Jubi melalui pesan singkatnya. (*)

 

Editor: Edho Sinaga

The post Polisi tangkap Mahasiswa pemilik tiga akun palsu, ini kata Safenet appeared first on JUBI.

Tinggalkan Balasan